fbpx

MUSEUM KOTA MAKASSAR, SEJARAH MAKASSAR MASA LAMPAU

Berada di provinsi Sulawesi Selatan yang didirikan oleh/atas ide wali kota Makassar Drs. HB. Amiruddin Maula, S.H., M.Si di masa awal-awal menjabat. Meseum beralamat di Jl. Balai kota No. 11 A. 90111 Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kabupaten Makassar, Telp/Faks: 0411-335230. Mesuem ini menempati gedung balai kota lama yang terletak di tengah kota Makassar, gedung yang dipakai merupakan gedung yang bersejarah yaitu bangunan yang telah berdiri di masa penjajahan Belanda pada tahun 1916 dan juga bekas kantor wali kota makassar

Museum kota Makassar diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000 dengan maksud untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas dan sejarah kota Makassar serta budaya penduduk Makassar yang pluralistic

Sebelum dialihkan menjjadi sebuah museum, bangunan yang telah ddirikan sejak 1916 silam tersebut dahulunya difungsikan sebagai kantor Balaikota pada masa pemerintahan Belanda. Berdasarkan tahun pembangunan, wajar jika gaya arsitekturnya mengusung konsep art deco yang tampak menawan bahkan jika dilihat dari kejauhan. Warna putih pada dinding yang dipadukan dengan warna merah marun di bagian atapnya, membuatnya tampak menarik.

Layaknya museum pada umumnya, gedung berlantai dua dengan gaya Eropa abad 17 ini menyimpan aneka macam benda bersejarah. Tidak tanggung tanggung, jumlah benda berserahanya pun mencapai sekitar 460 yang tentu saja telah berumur ratusan tahun. Banyaknya benda bersejarah yang dipajang, membuat siapapun bisa merasakan bagaimana kehidupan orang pada zaman tersebut.

Beberapa koleksi museum kota Makassar yaitu adalah peta bumi yang dibuat untuk kelancaran misi perdagangan dan politik di Indonesia pada masa silam. Koleksi lainnya adalah relief potret Ratu Wilhelmina dan Ratu Yuliana, foto reproduksi naskah, foto-foto peristiwa serta bangunan bersejarah, peralatan sehari-hari dan mata uang.

Selain peninggalan bekaspeperangan, disini juga tersimpan beberapa koleksi dokument penting. Mulai dari perjanjian Bungaya yang berlangsung antara VOC dan Sultan Hasanuddin, peta udara Makassar, dan peta Benteng Somba Opu. Seakan menjadi  bukti kuat, bahkan koleksi dokumen tersebut dilengkapi dengan beberapa koleksi foto dari beberapa zaman yang menarik untuk dilihat.

Sumber : Celebes.co dan beberapa sumber lainnya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami