fbpx

GOWA BATU BANTIMURUNG MAROS SULAWESI SELATAN

Air terjun Bantimurung berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung yang terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.Secara harafiah, nama Bantimurung mempunyai arti gemuruh suara air. Konon nama itu diberikan oleh Karaeng Simbang,penguasa Kerajaan Simbang yang berdiri pada awal tahun 1700. Kerajaan Simbang adalah salah satu kerajaan yang tergabung dalam “TODDO LIMAYYA RI MARUSU” (persatuan adat lima kerajaan),yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Maros.

Biasanya air terjun akan membentuk palung yang dalam di daerah jatuhnya curahan air, tapi air terjun Bantimurung yang memiliki tinggi 15 meter dan lebar 20 meter ini tidak mempunyai palung. Curahan airnya jatuh di landasan yang berupa lapisan batu kapur yang sudah mengeras serta dilapisi mineral dari aliran air selama ratusan tahun. Hal itu tentu saja membuat tempat terjunnya air menjadi tempat pemandian bagi pengunjung karena kedalamannya hanya berkisar antara mata kaki hingga pinggang orang dewasa. Lokasi pemandian ini juga semakin indah karena dikelilingi oleh bukit karang yang tinggi dan celah-celahnya ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang. Sementara di sebelah kiri air terjun, ada tangga  setinggi 10 meter yang menjadi akses menuju dua buah gua, yaitu Gua Batu dan Gua Mimpi yang memiliki lorong sepanjang 1500 meter yang dihiasi oleh stalaktit dan stalakmit.

Goa Batu ini sendiri menyimpang banyak stalaktit dan stalagmit. Di dalam gua, juga terdapat sebuah batu yang dipercaya sebagai batu jodoh. Konon, siapapun yang menuliskan di kertas dan mengikatnya di batu itu, akan berjodoh dengan yang diinginkan. Ini ada stalaktit dan stalagmit yang sampai menyambung.  ribuan tahun. Karena untuk tambah panjang 1 centimeter saja, butuh 40 tahun. Kalau di kita 40 tahun, tapi di India butuh 60 tahun karena di sana airnya tak melimpah seperti di sini. melewati sebuah lorong sempit, pengunjung akan diperlihatkan sebuah tempat persemedian raja-raja zaman dahulu. Sayangnya, sampai sekarang kadang masih juga dijadikan tempat orang “minta berkah”. tempat persemedian Karaeng Toakala. Caranya dengan duduk bersila dan menempel ke dinding. Biasanya raja bersemedi 40 hari 40 malam untuk minta petunjuk dari Sang Pencipta

Sumber : Indonesiakaya.com dan beberapa sumber lainnya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami