fbpx

SEJARAH, MITOS DAN FAKTA TENTANG BADIK, PUSAKA / SENJATA SUKU BUGIS MAKASSAR

Nama Sulawesi juga telah menjadi misteri tentang siapa yang pada awalnya memberikan nama pulau ini menjadi pulau Sulawesi. Akan tetapi besar dugaan bahwa orang yang bersejarah memberikan nama pulau ini sebagai Sulawesi yaitu Prof.Moh.Yamin sebagai ganti dari nama yang sebelumnya yaitu Celebes yang dikenal pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. Sebenarnya nama Celebes pada awalnya dikenalkan oleh seorang yang berkebangsaan Portugal yang bernama Antonio Calvao pada tahun 1563 .Celebes oleh Antonio Calvao dimaksudkan sebagai ” ternama” atau tanah yang makmur yang terletak digaris Khatulistiwa. Celebes bagi orang Belanda menyebutnya dari kata Cele Besi yaitu Cele ( Keris,badik atau kawali)`yang dibuat dari Bessi`( Bugis).

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan mempunyai kedudukan yang tinggi. Badik/kawali bukan hanya berfungsi sekedar sebagai senjata tikam, melainkan juga melambangkan status, pribadi dan karakter pembawanya. Kebiasaan membawa Badik/kawali dikalangan masyarakat terutama suku bugis dan Makassar merupakan pemandangan yang lazim ditemui sampai saat ini terutama di tanah Bone. Kebiasaan tersebut bukanlah mencerminkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan khususnya suku bugis dan makassar adalah masyarakat yang gemar berperang atau suka mencari keributan melainkan lebih menekankan pada makna simbolik yang terdapat pada Badik/kawali tersebut.

Pentingnya kedudukan Badik/kawali di kalangan masyarakat bugis dan makassar membuat masyarakat berusaha membuat/mendapatkan badik yang istimewa baik dari segi pembuatan, bahan baku, pamor maupun sisi’ (tuah) yang dipercaya dapat memberikan energi positif bagi siapa saja yang memiliki atau membawanya. Badik sendiri memiliki beragam bentuk begitu pun dengan badik Makassar yang memiliki ciri tersendiri, terlepas dari bentuk secara fisik, badik bagi masyarakat setempat juga memiliki masing masing kekuatan tersendiri berdasarkan guratan pada besi yang di sebut pamoro yang terdapat pada senjata khas tersebut, badik Makassar sendiri terdiri dua jenis yakni Taeng dan Panjarungang, hal ini berdasarkan tempat dimana badik ini ditempa, secara fisik antara Taeng dan Panjarungang tampak sama kecuali bagian bawah atau perut, Taeng memiliki ciri khas memiliki perut yang lebar atau mirip dengan perut buncit, sementara Panjarungang memiliki perut yang tidak terlalu buncit (badik Bugis).

Sementara bahan pembuatan Badik ini sendiri beragam tergantung dari usia senjata tersebut. Menurut penuturan beberapa warga awal mula pembuatan badik beragam ada yang berasal dari busa air da nada pula yang terbuat dari batu, dari kedua bahan ini dibuat badik oleh Pade’de atau empu yang memiliki kekuatan magis, sehingga hasilnya badik tersebut memiliki keunggulan tersendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami