fbpx

TELUSURI SEJARAH MONUMEN PEMBEBASAN IRIAN BARAT “MONUMEN MANDALA” DI MAKASSAR

Monumen Mandala merupakan bangunan atau tempat yang memiliki nilai sejarah yang penting. Monumen Mandala dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1996. Pembangunan dengan tujuan untuk mengenang jasa pahlawan dalam pembebaskan Irian Barat dari tangan para penjajah sekaligus hadiah atas jasa mantan Presiden Indonesia yang ke-2 yaitu Soeharto. Peletakkan batu pertama kali dilakukan oleh Menko Polkam saat itu yakni Soesila Sudarman di tanggal 11 Januari 1994. Hingga akhirnya pada 19 Desember 1995 monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto secara langsung pada masa itu.

Di bangun di atas lahan yang luasnya 1 hektar ini kini banyak dikenal sebagai monumen pembebasana Irian Barat. Tentunya monumen ini menjadi saksi perebutan Irian Barat yang pada saat itu masih dikuasai Belanda. Meskipun Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya di tahun 1945. Setelah berjuang selama 20 Tahun akhirnya Irian Barat kembali bergabung menjadi bagian dari NKRI hingga saat ini.

Sejarah panjang ini menjadi latar belakang monumen megah ini di bangun. Pemilihan kota Makassar sendiri di dasarkan karena Makassar menjadi markas pasukan pembebasan Irian Barat. Semua pergerakkan dimulai dari kota ini sehingga membuat Makassar dijadikan lokasi pembangun Monumen Mandala. Perjuangan panjang masa itu berhasil membawa Irian Barat kembali ke pangkuan sang ibu pertiwi tepat di Tahun 1962. Operasi pembebasan Irian Barat dimulai pada tanggal 2 Januari 1962 dengan keluarnya keputusan presiden tentang pembentukan Komando Mandala.Sepuluh hari setelahnya Presiden Soekarno mengangkat Mayjen TNI Soeharto sebagai Panglima Mandala dan Makassar ditetapkan sebagai pusat Markas Komando Mandala. Dari markas yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman ini, operasi untuk merebut Irian Barat dikendalikan sehingga akhirnya pemerintah Indonesia berdaulat penuh atas Irian Barat sejak 1 Mei 1963.

Mengunjungi monumen mandala tak hanya akan melihat bangunan megahnya saja. Anda juga bisa melihat relief yang mengelilingi monumen. Relief ini mengambarkan perjuangan, suasana dan juga adegan pada saat itu. Sementara di dalam monumen Anda akan disuguhkan dengan 12 diorama yang menjelaskan momen bersejarah yang letakknya berada di lantai 1. Di lantai 2 juga memiliki 12 diorama yang mengambarkan perebutan Irian Barat. Meskipun telah berdiri sejak lama, aura perjuangan dan semangat masih bisa Anda rasakan. Jika beruntung Anda bisa naik ke bagian tertingginya dengan mengeluarkan biaya tambahan. Untuk melihat dari menara pengawas Anda hanya harus merogoh kock mulai Rp. 10 ribu, namun hal ini hanya bisa ketika lift berfungsi. Membawa buah hati atau keluarga akan menjadi pengalaman baru untuk menambah wawasan terutama tentang perjuangan bangsa merebut tanah Papua.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami