fbpx

SYEKH YUSUF AL-MAKASSARY TUANTA SALAMAKA, ULAMA ASAL MAKASSAR YANG MENJADI PAHLAWAN DI AFRIKA SELATAN

Syekh Yusuf Al-Makassary Tuanta Salamaka adalah ulama besar yang sulit dicari bandingnya. Bukan hanya menjadi ulama sufi, dia juga seorang pahlawan nasional, & penulis yg bersinar.

Syekh Yusuf dilahirkan di istana Kerajaan Gowa, 3 Juli1626, lalu mengorbit ke dunia internasional. Syekh Yusuf Al-Makassary sebagai manusia diaspora pertama di nusantara. Ia mengembara ke berbagai negara, demimemuaskan dahaganya menuntut pengetahuan agama.

Sejarawan peradaban Islam, Prof. Ahmad Sewang, mengatakan,Syekh Yusuf Al-Makassary merupakan manusia pertama di nusantara pada awal abadke-17 yang melakukan perjalanan diaspora ke luar negeri. Syekh Yusuf tercatat pernah bermukim di India, Yaman, Mekah, Madinah, Damaskus, Sailon (Srilanka),Turki dan Afrika Selatan.

“Syekh Yusuf merupakan seseorang perintis, yang di dalam bahasaArab disebut Assabiqunal Awwalun. Perintis yang melakukan diaspora perjalanan ke luar negeri yang pertama,” kata Prof Sewang.

Sejarah tidak mencatat secara rinci, lama pengembaraan SyekhYusuf Al-Makassary. Namun, diperkirakan perjalanan diaspora Syekh Yusufdilakoni selama 20 tahun hingga 28 tahun. Syekh Yusuf meninggalkan Makassar langsung menuju Banten, sebelum akhirnya melanglang buana.

Wakil Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Syekh YusufAl-Makassary, Syekh KH Sahib Sultan Kr. Nompo, mengungkapkan, beberapa jejak perjalanan Syekh Yusuf yang diketahuinya yakni di Banten 16 tahun, Sailon 10 tahun, dan Afrika Selatan 5 tahun.

Syekh KH Sahib Sultan Kr. Nompo mengatakan, Syekh YusufAl-MAkassary kemudian wafat di Capetown, Afrika Selatan, 23 Mei 1699. Kabarmeninggalnya Syekh Yusuf waktu itu, membuat Raja Gowa mengirim utusan ke AfrikaSelatan, agar bisa membawa pulang jazadnya ke Gowa. Permintaan yang samadilakukan oleh pihak Kerajaan Banten, dan Sailon.

Di kalangan masyarakat Muslim Afrika Selatan, Syekh Yusuf dianggap berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam. Tak hanya itu, beliau jua dianggap sebagai pendiri komunitas Muslim dan budaya Melayu di Afrika Selatan.

Sebagai bukti, terdapat perumahan yg diberi nama Kramat Makassar, yang berada tidak jauh dari makam Syekh Yusuf. Lokasi itu dihuni sedikitnya 40 kepala keluarga. Uniknya, sebagian besar warga di sana mengaku mempunyai nenek moyang dari Makassar.

Ratusan tahun sudah berlalu. Kini, perkawinan campur antar suku telah terjadi di Kampung Makassar.

Dalam kehidupan berbagai suku masyarakat Afrika Selatan, bukan hanya masyarakat Muslim, terdapat pengaruh bahasa Indonesia ke dalam kosakata bahasa sehari-hari di kalangan rakyat Afrika Selatan. Seperti kata Lebaran, buka puasa, piring, terima kasih, & sembahyang.

Syekh KH Sahib Sultan menceritakan, kala itu terjadiperdebatan sengit & alot. Utusan Gowa bersikukuh meminta jazadnya dengan alasan Syekh Yusuf lahir di Gowa. Utusan Kerajaan Banten berargumentasi, Syekh Yusuf berjuang lama di Banten.

Sedangkan utusan Sailon mengatakan, tempat pengungsian pertama Syekh Yusuf di Sailon & istri terakhirnya juga di Sailon. Tetapi pihak Afrika Selamat bertahan, Syekh Yusuf meninggal dunia di Afrika Selatan sehingga harus dimakamkan di sana.

“Karena karomahnya, terdengar suaranya Syekh Yusuf, wahai orang Gowa maupun orang Banten & orang Sailon. Apa saja yg diberikan kepadamu, bawa saja walaupun bukan aslinya. Singkat cerita orang Gowa diberikan potongan rambutnya, orang Banten diberikan potongan kukunya & orang Sailon diberikan sorban yg sering digunakan Syekh Yusuf,” ungkap Syekh KH SahibSultan.

Saat peti berisi potongan rambut Syekh Yusuf dibuka di Gowa terjadi keajaiban. Dikatakan Syekh KH Sahib Sultan, potongan rambut tersebut menjadi pasir & kemudian menjadi jazad Syekh Yusuf seperti baru saja meninggal. Jazad itulah yg dikebumikan dengan upacara kebesaran Kerajaan Gowa. Dalam Lontara juga ditulis bahwa yg dikebumikan merupakan jazad SyekhYusuf

Ditambahkan Prof Sewang, Syekh Yusuf bukan hanya ulama yg sangat berpengaruh. Dia juga seseorang pahlawan nasional. Bahkan satu-satunya manusia yg menjadi pahlawan di 2 negara. Syekh Yusuf ditetapkan sebagai pahlawan di Indonesia (1995) & juga resmi ditetapkan sebagai pahlawan di Afrika Selatan (2005).

Syekh Yusuf juga seorang penulis yg hebat. Sedikitnya,terdapat 23 buku yg ditinggalkan Syekh Yusuf. “Hebatnya, karena Syekh Yusuf menulis dalam bahasa internasional. Dia menulis dalam bahasa Arab,” kata Prof Sewang.

Beberapa buku yg ditinggalkan Syekh Yusuf antara lain,Hasyiyah dalam kitab Al-Anbah fi I’rab La Ilaha Illa Allah, Kaifiyyat Al-Nafywa Al-Isbat Bi Al-Hadis Al-Qudsi, Taj al-Asrar fi Tahqiq Masyarib al-‘Arifin ,Al-Fawa’id Al-Yusufiyyah fi Bayan Tahqiq Al-Shufiyyah, Muqaddimah Al-Fawa’idila Ma La Budda min Al-Aqa’id , Bidayat Al-Mubtadi’, Qurrah Al-‘ain, HablAl-Marid Li Sa’adah Al Murid, Al-Futuhat Al-Rabbaniyyah, Zubdah Al-Asrar fiTahqiq Masyarib Al-Akhyar, Tuhfah Al-Labib bi Liqa’ Al-Habib, Safinah Al-NajahAl-Mustafadah ‘an Al-Masyayikh Al-Tsiqat, Sirr Al-Asrar, Fath Kaifiyyat Al-ZikrMatalib Al-Salikin.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami