Mengungkap Sejarah Museum Kota Makassar

Seperti setiap daerah di Indonesia, Makassar juga menyimpan banyak cerita sejarah. Hal ini diakibatkan oleh wilayah Makassar yang menjadi salah satu daerah Kerajaan di Indonesia, yakni Gowa Tallo. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Gowa Tallo berkembang sangat pesat dari segi ekonomi. Kerajaan ini memanfaatkan sektor perdagangan karena berada di jalur yang sangat strategis.

Kesuksesan kerajaan ini kemudian menjadi perhatian khusus bagi VOC. Organisasi ini ingin mengeruk keuntungan dari kerajaan Gowa Tallo dengan cara merebut kota dagang Somba Opu. Perlawanan pun dimulai, sejarah VOC Belanda dan Makassar pun bermula.

Beruntungnya, potret sejarah tersebut dapat pengunjung temukan di Kota Makassar. Sejarah Museum Kota Makassar ini yang diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000 ini didirikan atas inisiatif Wali Kota Makassar saat itu, Drs. HB. Amiruddin Maula, S.H. Hal ini merupakan upaya untuk mewariskan pengetahuan sejarah Makassar yang penuh dengan lika-liku kepada para generasi penerus bangsa. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan sejarah Makassar, mulai dari zaman Kerajaan Gowa Tallo, era kolonial, hingga potret Makassar dari masa ke masa pasca kemerdekaan.

Terletak di Jalan Balaikota No. 11, sekitar 500 meter dari titik pusat Kota Makassar atau sekitar 25 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Berdiri sebuah gedung tua berlantai dua dengan sentuhan arsitektur bergaya Eropa abad ke-17. Dinding-dindingnya yang tebal, jendela-jendela kayu yang lebar dan beberapa ornamen gantung yang masih utuh terjaga membuat bangunan ini terlihat berdiri kokoh dan berwibawa.

Karena letaknya yang berada di kota Makassar maka gedung ini diberi nama Museum Kota Makassar. Dibangun sekitar tahun 1916 dan kini gedung bersejarah ini menyimpan beragam koleksi benda bersejarah yang berjumlah 560 koleksi. Memasuki pekarangan Museum Kota Makassar, pengunjung akan disambut oleh sebuah meriam yang diperkirakan berusia 300 tahun. Bangunan ini didominasi warna putih pada dinding dan merah marun pada bagian atap.

Ketika mulai melangkahkan kaki ke dalam museum, suasana kolonial Belanda yang kental akan menemani perjalanan selama di dalam museum. Perjalanan Kota Makassar dari zaman ke zaman, terekam dalam gedung ini.

Lantai pertama terisi dengan berbagai lukisan klasik peninggalan Belanda, foto-foto dokumentasi perkembangan Kota Makassar, benda-benda arkeologi, dan berbagai mata uang yang pernah berlaku di Makassar dari zaman penjajahan hingga saat ini. di lantai dua juga didominasi foto-foto dokumentasi, sebuah meja yang pernah digunakan oleh Walikota Ujung Pandang, lambang-lambang kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan dan berbagai pernak pernik tradisional hasil kerajinan rakyat.

Secara umum, gedung Museum Kota Makassar berisi koleksi sejarah, antara lain :

  • Benda-benda arkeologi: Berbagai motif batu yang ditemukan di Benteng Somba Opu  Makassar seperti motif lingkaran, tumpal, garis, geometris, pilin berganda dan garis mender lengkung.
  • Bola-bola meriam: Beberapa bola meriam yang pernah dilontarkan Belanda saat membombardir Benteng Somba Opu dalam perang Makassar masih tersimpan.
  • Keramik: Keramik Cinda dan Jepang masa Dinasti Ming abad ke 14-17 yang dibawa para pelaut Makassar dari negeri asalnya.
  • Koleksi Foto: Foto tentang bangunan bersejarah kota Makassar, baik yang masih bertahan sampai sekarang maupun yang sudah musnah. Foto tentang pelayaran orang Makassar ke Australia mencari teripang antara tahun 1881 sampai 1907. Foto bangunan ibadah bersejarah seperti Mesjid Melayu, Gereja Katedral, Mesjid Katangka. Koleksi foto dari mendiang Wali Kota Makassar, Daeng Patompo. Foto-foto mantan Wali Kota Makassar.
  • Koleksi mata uang: Mata uang dari masa VOC (Verenidge Oost-indische Compagnie), mata uang Kerajaan Gowa, mata uang bergambar Ratu Wilhelmina lengkap dengan patungnya.
  • Koleksi dokumen: Peta udara Makassar, perjanjian Bungaya antara VOC dan Sultan Hasanuddin, Peta Benteng Somba Opu.
  • Koleksi Maula Art Galeri: Pada lantai II museum kota Makassar terdapat Maula Art Galery galery yang menyimpan berbagai pernak pernik tradisional yang umumnya merupakan hasil kerajinan rakyat.

Ketika meniti dari satu ruas ke ruas lain sambil memperhatikan setiap benda-benda bersejarah di dalam ruangan gedung Museum Kota Makassar, Anda akan berdecak dan tenggelam dalam kekaguman. Melalui museum ini Anda bisa menelisik dan mengukuti sejarah perjalanan Makassar hingga menjadi Kota Makassar seperti saat ini.

Berikut paket – paket tour Makassar yang disediakan oleh Batari Tour & Travel :
Paket Tour Makassar

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *