Asal Usul Sejarah Ujung Pandang

Mungkin sebagian dari kamu sedikit bingung perbedaan kota Makassar dan Ujung Pandang ? Kota yang terkenal akan Coto Makassar dan Pisang Epe ini memang menyimpan sejarah tentang pergantian nama dari Makassar menjadi Ujung Pandang dan menjadi Makassar kembali. Jika kamu penasaran dengan sejarah Ujung Pandang, simak ulasan sejarahnya berikut ini:

Sejarah Ujung Pandang di mulai dari penggunaan nama Ujung Pandang untuk Kota Makassar dan dipakai dari kira-kira tahun 1950-an sampai tahun 2000. Alasan untuk mengganti nama Makassar menjadi Ujung Pandang adalah alasan politik, antara lain karena Makassar adalah nama sebuah suku bangsa padahal tidak semua penduduk kota Makassar adalah anggota dari etnik Makassar. Nama Ujung Pandang sendiri adalah nama sebuah kampung dalam wilayah Kota Makassar.

Bermula di dekat benteng Ujung Pandang sekarang ini, membujurlah suatu tanjung yang ditumbuhi rumpun-rumpun pandan. Sekarang Tanjung ini tidak ada lagi. Nama Ujung Pandang mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-X, Tunipalangga yang pada tahun 1545 mendirikan benteng Ujung Pandang sebagai kelengkapan benteng-benteng kerajaan Gowa yang sudah ada sebelumnya, antara lain Barombong, Somba Opu, Panakukang dan benteng-benteng kecil lainnya.

Beberapa tahun kemudian benteng Ujung Pandang jatuh ke tangan Belanda, usai perang Makassar, dengan di setujuinya Perjanjian Bungaya tahun 1667, benteng itu diserahkan. Kemudian Speelmen mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Bangunan-bangunan bermotif Gowa di Fort Rotterdam perlahan-lahan diganti dengan bangunan gaya barat seperti yang dapat kita saksikan sekarang.

Pergantian nama Kota Makassar berubah menjadi Ujung Pandang terjadi pada tanggal 31 Agustus 1971, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1971. Kala itu Kota Makassar di mekarkan dari 21 kilometer persegi menjadi 115,87 Kilometer persegi, terdiri dari 11 wilayah kecamatan dan 62 lingkungan dengan penduduk sekitar 700 ribu jiwa. Pemekaran ini mengadopsi sebagian dari wilayah tiga kabupaten yakni Kabupaten Maros, Gowa dan Pangkajene Kepulauan.

Sebagai “kompensasinya” nama Makassar diubah menjadi Ujung Pandang. Tentang kejadian bersejarah tersebut, Walikota Makassar H.M.Daeng Patompo (alm) berkilah “terpaksa” menyetujui perubahan, demi perluasan wilayah kota. Sebab Bupati Gowa Kolonel K.S. Mas’ud dan Bupati Maros Kolonel H.M. Kasim DM menentang keras pemekaran tersebut. Untunglah pertentangan itu dapat diredam setelah Pangkowilhan III Letjen TNI Kemal Idris menjadi penengah, Walhasil Kedua Bupati daerah tersebut, mau menyerahkan sebagian wilayahnya asalkan nama Makassar di ganti.

Sejak awal proses perubahan nama Makassar menjadi Ujung Pandang, telah mendapat protes dari kalangan masyarakat. Beberapa kalangan budayawan, seniman, sejarawan, pemerhati hukum dan pebisinis. Bahkan ketika itu sempat didekalarasikan Petisi Makassar oleh Prof.Dr.Andi Zainal Abidin Farid SH, Prof.Dr.Mattulada dan Drs.H.D.Mangemba, dari deklarasi petisi Makassar inilah polemik tentang nama terus mengalir dalam bentuk seminar, lokakarya dan sebagainya.

Seiring perubabhan dan pengembalian nama Makassar, maka nama Ujung Pandang kini tinggal kenangan dan selanjutnya semua elemen masyarakat kota mulai dari para budayawan, pemerintah serta masyarakat kemudian mengadakan penelurusan dan pengkajian sejarah Makassar, hasilnya Pemerintah Daerah Nomor 1 Tahun 2000, menetapkan Hari jadi Kota Makassar, tanggal 9 Nopember 1607. Untuk pertama kali Hari Jadi Kota Makassar ke 393, diperingati pada tanggal 9 November 2000. Nama Makasar berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makassar “mangkasara” yang berarti yang menampakkan diri atau yang bersifat terbuka.

Itulah sejarah Ujung Pandang yang bisa menjawab pertanyaan kamu seputar serba-serbi nama Ujung Pandang dan Makassar. Kota Ujung Pandang merupakan salah satu destinasi wisata lengkap karena memiliki wisata alam, budaya, kuliner dan sejarah.

Berikut paket – paket tour Makassar yang disediakan oleh Batari Tour & Travel :
Paket Tour Makassar

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *