fbpx

Berendam di Petirtaan Candi Jolotundo, Air Kualitas Dunia yang Tak Pernah Kering

Mengisi liburan bersama travel Makassar ke tempat wisata Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur kurang lengkap rasanya bila tidak mencoba berbagai wisata alamnya dan mengunjungi wisata peninggalan sejarah dari nenek moyang yang terkenal hingga belahan dunia, seperti tempat wisata yang satu ini, Candi Jolotundo. Monumen jejak sejarah Kerajaan Majapahit di Candi Jolotundo Mojokerto yang merupakan tanda cinta kasih Raja Udayana untuk menyambut kelahiran anaknya yaitu Prabu Airlangga.

Lokasinya berada di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Petirtaan Jolotundo, ini memiliki sumber mata air yang diyakini kualitasnya terbaik setelah air zam-zam atau nomer dua dunia. Tak pelak, masyarakat Mojokerto maupun luar Mojokerto, banyak datang untuk melakukan ritual dan mengambil air dipercaya memiliki banyak khasiat ini. Kamu juga bisa melakukannya dengan penawaran terbaik paket travel murah Makassar.

Biasanya menjelang malam satu Suro (menjelang tanggal satu bulan Jawa Suro-1 Muharam), ada beberapa masyarakat yang melaksanakan ritual dengan mensucikan diri di Petirtaan Candi Jolotundo ini. Menuru mereka, mata air yang keluar dari Candi Jolotundo ini, dipercaya mempunyai khasiat membuat orang awet muda.

Untuk mengunjungi tempat wisata candi Jolotundo, kamu akan melalui jalur akses perjalanan yang cukup melelahkan. Namun, rasa lelah yang menghampiri tubuh pun akan lenyap secara sirna, karena merasakan hawa sejuk dan dinginnya air di pertirtaan Candi Jolotundo yang ada di lokasi.

Harga tiket masuk Candi Jolotundo Mojokerto kita hanya membayar tiket masuk Rp. 10.000,00 / orang untuk orang dewasa. Sedangkan untuk harga tiket masuk untuk anak-anak Rp. 7.500,00 / orang. Untuk harga tiket masuk area candi tersebut di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pengelola setempat.

Kolam pertitaan yang terdapat di dalam area Candi Jolotundo Mojokerto terdapat dua kolam pemandian yaitu satu kolam digunakan untuk mandi sekaligus berendam sang ratu dan satu kolam lainnya digunakan untuk sang raja. Hingga sekarang pembagian tempat berdasarkan jenis kelamin tersebut masih berlaku bagi pengunjung yang akan melakukan mandi di kolam tersebut.

Airnya bersumber dari lubang di tengah batu di dinding di sisi timur candi Jolotundo. Dan yang uniknya, mata air yang berada di dalam area Komplek Pertirtaan Candi Jolotundo tidak pernah kering meski sedang musim kemarau tiba. Sementara di tengahnya, ada kolam bertingkat, dan dibawahnya terdapat kolam yang banyak terdapat ikan berukuran besar.

Selain kisah dan eksotisme bahkan mistisnya Petirtaan Candi Jolotundo, arsitektur bangunan reliefnya memberikan pitutur tentang kehidupan sosial masyarakat Majapahit zaman dahulu. Kamu juga akan disambut dengan pemandangan alam nan hijau serta udara khas pegunungan tersaji di setiap pegunjung yang hadir di tempat wisata candi Jolotundo Trawas Mojokerto Jawa Timur.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami