fbpx

Mulai Perjalanan Liburan Menegangkan di Danau Merah Pagaralam

Danau identik dengan warna air yang hijau atau biru. Tapi, danau di pedalaman Bengkulu ini punya warna merah darah dan berbau pandan ketika malam. Berlokasi di perbatasan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu dengan Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Danau Merah Rimba Candi seluas enam hektar dan menyimpan banyak misteri. Kamu bisa memulai perjalanan menantang ke danau ini bersama travel Makassar dengan paket travel murah Makassar.

Untuk sampai ke sini, traveler akan memakan waktu sekitar 1 hari perjalanan dari pusat kota. Akses menuju danau ini cukup susah. Tidak ada kendaraan yang bisa digunakan untuk menuju lokasi danau. Kamu harus menyewa kendaraan untuk sampai di desa terakhir sebelum melakukan trekking ke bukit Rimba Candi. Meski begitu, daerah ini tetap menyedot perhatian wisatawan untuk datang.

Perjalanan menuju Danau Pagaralam dapat dimulai dari Desa Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan menggunakan angkutan umum seperti ojek, becak bermotor maupun sewa mobil dari Kota Pagar Alam. Sesampainya di Desa Candi Rimba, kamu akan menyusuri perbukitan dan hutan Rimba Candi. Untuk menyusuri perbukitan dan hutan Rimba Candi dibutuhkan waktu antara 1-2 hari tergantung fisik dan cuaca.

Selama perjalanan, selain disuguhi pepohonan, kamu juga akan melihat bekas reruntuhan candi dan gapura dari kerajaan di masa lampau yang berkuasa di wilayah ini yang diperkirakan merupakan kerajaan Sriwijaya. Setelah menyusuri perbukitan dan hutan Rimba Candi, kamu akan memasuki wilayah Bukit Raje Mandare. Di bukit inilah kamu akan menemukan lokasi Danau Pagaralam tersebut.

Selain memiliki warna tak biasa, Danau ini juga memiliki banyak keanehan di sekitarnya. Salah satunya, warnanya yang merah seperti darah. Uniknya, bila Sahabat Sporto mengangkat air danau dengan tangan, warna air terlihat seperti biasa laiknya air kolam yang jernih. Tak cuma berhenti di sana keanehannya, tapi juga pada benda-benda sekitar.

Kawasan ini ditemukan oleh sekelompok warga yang melakukan ekspedisi pada tahun 2010. Menurut saksi mata, di sekitar danau dan kawasan hutan ditemukan beberapa hewan yang hanya ada di situ. Misalnya kelabang berukuran raksasa dengan panjang 50 cm dan lebar 30 cm, burung raksasa (masih belum diketahui jenisnya), serta kerbau dengan telinga yang penuh dengan sarang lebah.

Pohon-pohon hutan yang tegak berdiri di sekitarnya pun seperti mempunyai tatanan tersendiri. Kalau tanah tempat pohon itu tumbuh masuk wilayah Tanah Basemah Pagaralam, maka semua pohonnya miring ke arah Pagaralam. Sebaliknya, bila tempat tumbuhnya di Bengkulu maka pohon-pohonnya miring ke arah Bengkulu.

Keanehan lainnya, menurut penuturan warga sekitar, saat malam hari di dekat lokasi danau ini tercium aroma pandan yang entah dari mana asalnya. Belum habis sampai situ saja, di sekitar danau juga banyak ditemukan sisa-sisa bangunan yang menguatkan kalau lokasi ini dulunya ada candi. Bahkan candi ini diperkirakan sebagai candi pertama yang ada di Pulau Sumatera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami