Wisata Sejarah Taman Prasejarah Leang-Leang Maros

Taman Prasejarah Leang – Leang adalah tempat wisata sejarah yang cukup menarik, karena di tempat wisata ini kita bisa menemukan banyak gua peninggalan arkeologi, dan juga kita bisa melihat kawasan karts yang sangat bagus. Nama Leang-Leang diambil dari Bahasa Makassar, Leang yang artinya dalam bahasa indonesia berarti Gua, dan Leang-leang artinya Gua-gua, mengapa demikian ? karena di kawasan wisata prasejarah ini sangat banyak gua-gua peninggalan arkeologi.

Taman Prasejarah Leang-Leang Maros berada di Kel. Kalabbirang, Kec. Bantimurung, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. tempat ini bisa anda jumpai sebelum anda ke Kawasan Wisata Alam Bantimurung Maros (Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung), jarak leang-leang dari jalan poros kira-kira hanya beberapa kilometer, dan sangat mudah diakses karena jalurnya sudah diaspal dan infrastuktur kesinipun sudah sangat bagus, jadi anda tidak akan menyesal jika anda berwisata ketempat ini. Lukisan yang terdapat di Gua Pettae berupa lima gambar telapak tangan, satu gambar babi rusa sedang loncat dengan anak panah di bagian dada. Sementara di mulut gua yang tingginya mencapai 8 meter dengan lebar 12 meter, terdapat alat serpih bilah, serta kulit kerang. Untuk mencapai gua ini ada 26 anak tangga yang harus ditapaki oleh wisatawan.

Gua Petta Kere yang lokasinya sekitar 300 meter dari Gua Pettae, memiliki semacam teras selebar hingga 2 meter. Di gua ini juga ditemukan dua gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan, alat serpih bilah, dan mata panah. Untuk mencapai gua ini, perlu usaha lebih dengan menapaki 64 anak tangga terlebih dahulu. Gua tersebut diperkirakan telah dihuni sejak sekitar tahun 8.000 – 3.000 SM.

Lukisan prasejarah tersebut menceritakan kehidupan sosial, seperti aktivitas harian dan sistem kepercayaan yang dianut saat itu. Sementara gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap tangan milik salah seorang anggota suku usai ritual potong jari. Ritual ini dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.

Warna merah terlihat mendominasi lukisan dinding tersebut. Diperkirakan pewarna yang digunakan terbuat dari bahan alami yang dapat meresap hingga ke dalam pori-pori batu dan dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Panorama alam objek wisata ini pun sungguh menawan. Gugusan tebing batu dengan bentuk yang khas dan unik serta gunung-gunung batu yang kokoh menjulang menampilkan panorama khas landscape karst. Selain menambah pengetahuan tentang peradaban manusia purba, berbagai aktivitas pun dapat di lakukan di sini.

Di atas hamparan rumput yang hijau atau di tepian sungai yang mengalir jernih di pinggiran tebing, pengunjung pun bisa bersantai menikmati asrinya suasana. Lokasi ini pun cocok untuk kegiatan outbound. Demi menambah kenyamanan pengunjung, di area ini telah dilengkapi dengan rumah adat, baruga, shelter, toilet, jalur tracking, papan interpretasi, serta loket penjagaan.

Lokasi ini berada tak jauh dari Kawasan Wisata Bantimurung, hanya berjarak ± 9 km. Jika ditempuh dari Maros, maka ± 3 km sebelum Kompleks Wisata Bantimurung, perjalanan berbelok ke arah utara sejauh ± 6 km dari jalan poros Maros-Bone.

Berikut paket – paket tour Makassar yang disediakan oleh Batari Tour & Travel :
Paket Tour Makassar

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *