Lima Situs Wisata Menakjubkan di Wakatobi yang Harus Dikunjungi

Keindahan alam di Indonesia tampaknya tak ada habisnya. Salah satu tempat yang telah lama menjadi primadona bagi penyelam dari seluruh dunia karena keindahan alam bawah lautnya adalah Wakatobi. Jika Anda pernah merasa bosan dan bermimpi ingin “melarikan diri” sejenak ke pulau tropis terpencil yang jauh dari kemajuan teknologi modern, Wakatobi cocok untuk Anda. Di sinilah hanya matahari, bintang dan gelombang memandu dan menemani hari Anda.

Terletak di tenggara Pulau Sulawesi, tepatnya di tengah Laut Banda, pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko (WaKaToBi) adalah surga yang menawarkan atmosfer itu, dengan keindahan terumbu karang yang tak terbantahkan.

Setidaknya ada 40 tempat menyelam kelas dunia di Wakatobi, sejauh ahli kelautan Jacques Cousteau telah menyebut kawasan ini sebagai lokasi menyelam terbaik di dunia! Namun bagi kami yang baru-baru ini berkesempatan berkunjung ke sana, Wakatobi lebih dari sekadar tujuan menyelam.

Bayangkan betapa menyenangkan menyelam atau snorkeling di pagi hari, bersantai di pantai yang tersembunyi atau menjelajahi gua di siang hari, menikmati matahari terbenam di restoran pinggir laut, lalu tutup hari dengan menyaksikan taburan jutaan bintang di langit malam yang cerah dengan mata telanjang. Rasanya seperti mimpi, bukan? Tapi, ini nyata, di sini kami merekomendasikan lima tempat terbaik yang perlu Anda kunjungi di Wakatobi.

1. Sunrise & Dolphin Watching, Wangi-Wangi

Apakah Anda takjub melihat sekelompok lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali? Tunggu sampai Anda mengunjungi “taman bermain” mereka di Laut Banda, tepatnya di dekat Tanjung Kapota, sekitar 40 menit dari Dermaga Mola. Tentunya Anda belum pernah melihat banyak lumba-lumba sebelumnya!

Dalam perjalanan ke kapal menuju ke sana, Anda akan disambut oleh panorama matahari pagi dengan cahaya keemasan yang memantul di permukaan laut. Begitu sampai di tempat tujuan, bersiaplah untuk menyaksikan pemandangan yang tidak terlupakan seumur hidup, yaitu ratusan lumba-lumba yang berenang, melompat dan “menari” di alam liar.

Mamalia laut ini tidak malu untuk berenang di dekat kapal, jadi kita bisa mendengar jeritan mereka yang antusias. Apa pengalaman yang sulit diungkapkan dalam kata-kata.

2. Selami Nirwana Bawah Air dari Tomia dan Onemohute

Kegiatan utama ketika mengunjungi Wakatobi adalah untuk menjelajahi keindahan bawah laut yang spektakuler. Anda dapat membuat hampir semua wilayah perairan Wakatobi sebagai tempat untuk menyelam dan snorkeling, tetapi yang paling populer adalah Onemohute di Wangi-Wangi dan Roma (Karang Roma) di Tomia.

Roma’s Reef adalah salah satu nama dari gugus karang yang paling terkenal “sibuk” dibandingkan dengan karang lain. Terletak di kedalaman 15 hingga 25 meter, Anda dapat melihat terumbu karang yang berwarna-warni dan deretan ikan yang berenang secara teratur dan hewan laut yang indah lainnya. Tempat ini juga aman bagi Anda yang baru belajar menyelam. Lokasi menyelam menarik lainnya di Tomia adalah Cornucopia dan Coral Garden.

3. Berkunjung ke Desa Suku Bajo

Kampung suku Bajo tidak terletak di darat atau di pulau, tetapi rumah mereka didirikan di atas laut. Orang-orang di sana dulunya tidak memiliki tempat tinggal permanen dan selalu nomaden karena mereka tinggal di perahu, tetapi sekarang mereka akhirnya bisa membangun rumah dan tidak lagi hidup secara nomaden.

Ketika mengunjungi Wakatobi, kunjungan akan terasa lebih sempurna jika Desa Bajo termasuk dalam daftar tujuan dan bahkan di tempat ini pengunjung dapat menyaksikan anak-anak Bajo yang luar biasa dalam bermain futsal di atas air.

Memasuki daratan adalah Desa Pajam yang merupakan desa tertua di Wakatobi. Di desa ini, Anda bisa menemui penghuni yang memproduksi kain tenun Wakatobi. Kain ini cocok untuk menjadi hadiah liburan Anda. Bahkan lebih unik lagi, di pulau ini ada desa yang terletak di hutan bakau, namanya adalah Desa Lambo Linggae. Penasaran, kan? Jangan lupa mampir ke sini.

4. Danau Sombano, Danau di Tengah Hutan Bakau

Danau Sombano adalah sebuah danau yang terbentuk di kawasan Hutan Mangrove di Pulau Kaledupa. Anda dapat menemukan berbagai jenis tanaman eksotis seperti anggrek dan berbagai spesies pandan di sini. Tidak kalah menarik adalah munculnya udang merah di atas perairan air payau yang jernih.

Anda mungkin tergoda untuk berenang, tetapi penduduk setempat tidak merekomendasikannya karena ada legenda tentang buaya hitam Danau Sombano yang dikhawatirkan muncul ketika Anda berenang di sini. Meski tidak disarankan untuk berenang, keindahan Danau Sombano tetap mengherankan siapa saja yang mengunjunginya.

5. Sunset di Puncak Kahianga

Karena tidak ada gunung di Wakatobi, tanah tertinggi di Pulau Tomia (sekitar 250m di atas permukaan laut) adalah lokasi favorit bagi penduduk setempat untuk menghabiskan piknik akhir pekan dan menyaksikan matahari terbenam.

Dari sini pengunjung dapat melihat pemandangan desa-desa di Pulau Tomia, garis pantai dengan pasir putih, pulau-pulau kecil (Lentea dan Tolondano), ke Pulau Binongko di kejauhan.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, belakangan ini berbagai fasilitas pendukung sudah dapat ditemukan di Puncak Kahianga, seperti tempat parkir, gazebo, dll, tanpa merusak keindahan alam yang ada.

Bagaimana menuju ke Wakatobi? Dari Jakarta, gunakan maskapai Lion Air atau Sriwijaya Air ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan durasi penerbangan sekitar 2,5 jam. Harga tiket PP sekitar Rp 1.400.000.

Sementara jika Anda berkunjung dari Makassar, sebaiknya menggunakan travel Makassar, lalu memakai maskapai Wings Air ke Bandara Matahora di Wakatobi (WNI) melalui Kendari. Jadwal penerbangan ke Wakatobi pada hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu tersedia di pagi hari pukul 08.10; sementara pada hari Kamis dan Sabtu pukul 10.00. Durasi penerbangan sekitar 2,5 jam. Meski begitu, para penumpang tujuan akhir Wakatobi dapat berada di kabin ketika pesawat berhenti di Kendari selama sekitar 20 menit. Harga tiket PP sekitar Rp 1.700.000. Harga tersebut juga merupakan penawaran terbaik dari travel murah Makassar.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *